Tampilkan postingan dengan label Oase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oase. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Mei 2021

Mimpi Indah di Akhir Ramadhan

 



Perempuan itu merindukan mimpi yang pernah dialaminya lima belas tahun lebih yang lalu. Mimpi dini hari menjelang berakhirnya Ramadhan yang menyentak hidupnya. Malam itu dia terbangun dari tidurnya. Terkejut, ternyata sudah dini hari. Baru saja dia bertemu dengan sosok berpakaian putih bersuara lembut yang menegurnya, “Apa kabarmu? Bagaimana hidupmu selama ini?”

Hanya pertanyaan sederhana saja, namun dalam artinya. Dia terkejut dan menyadari bahwa dirinya memang tidak baik-baik saja. Tiga kali masuk rumah sakit dalam tempo sepuluh bulan dengan puluhan botol cairan infus masuk ke tubuhnya adalah bukan kondisi biasa-biasa saja. Di sela-sela kesibukannya menjalani profesi pekerjaan yang ia pilih, badan dan pikiran tak bisa kerjasama. Pikiran maunya kerja keras namun tubuhnya memiliki batas maksimal. Dalam keadaan sakit bukannya perbanyak zikir malah membaca buku fiksi tentang sihir. Ia malu mengingat itu.

“Bagaimana hidupmu selama ini?” Pertanyaan itu membuatnya menangis saat itu juga ketika terbangun. Hidupnya dirasanya sudah cukup nyaman dengan penghasilan memadai dan pekerjaan didapatnya sesuai cita-citanya. Tapi ternyata itu tidak cukup baik untuk ukuran ruhaninya. Hidup hanya beribadah shalat, zakat, sedekah bisa dibilang sangat normatif. Seperti harga pas bandrol saja. Sudah berapa lama dia tak mengikuti majelis ilmu? Bagaimana tilawahnya? Shalat malamnya? Shalat sunah lainnya? Semakin banyak ia mempertanyakan itu kepada dirinya sendiri semakin ia terisak menangis.

Ketika bangun dinihari itu menjelang sahur, samar-samar ada suara lagu yang syarinya makin membuat hatinya tertusuk, “Hanya padamu Tuhan tempatku berteduh dari semua kepalsuan dunia…” Lagu almarhum Chrisye itu membawanya kepada kesadaran, kehidupan dunia hanya fana.

Segera ia bangun, berwudhu dan mendirikan shalat. Lunglai ia dalam sujud lamanya di atas sajadah, memohon ampun kepada Allah. Begitu banyak karunia yang ia dapatkan dari-Nya, namun sedikit sekali ia membalasnya dengan ibadah-ibadah hariannya. Pekerjaan membuatnya sibuk.

Sejak mendapat mimpi itu, dia tata hidupnya perlahan. Kajian mulai didatangi di masjid sepulang kerja. Buku-buku novel sementara ia stop, ia ganti dengan buku-buku religius demi menambal ketertinggalannya selama ini. Bahkan ia pun minta pindah bagian pada kantornya, agar waktunya tidak banyak dihabiskan di kantor.

Mimpi itu mengubah hidupnya, pelan dan pasti sampai akhirnya mengantarnya ke Tanah Suci menggenapkan rukun Islam ke-lima. Pandangannya terhadap hidupnya pun sedikit berubah.

Kini di akhir Ramadhan 1442 H, ia rindu teguran indah lewat mimpi seperti dahulu. Ia rindu sosok putih bersuara lembut yang menegurnya halus. Ia rindu…

 

12 Ramadhan 1442H

Mukena Putih Tak Lekang oleh Zaman

 




Sekarang banyak sekali warna, motif atau corak mukena. Bahannya pun beragam, dari bahan sutera, katun, nilon, sampai bahan parasit yang dijadikan bahan mukena lipat kecil yang mudah dibawa kemana-mana. Apalagi mukena anak-anak, gambarnya macam-macam tokoh cerita dan dongeng kesukaan mereka.

Saya masih setia menyukai mukena putih berenda. Meski saya punya juga mukena bergambar bunga atau batik, itu pemberian dari kerabat atau teman. Mukena bermotif saya pakai di rumah saja. Kalau shalat tarawih atau shalat di masjid saya memakai mukena putih atau polos. Alasannya simpel saja, agar jamaah yang berada di belakang saya tidak terganggu dengan motif da corak mukena yang saya pakai. Memang sih, saat shalat pandangan kita harus tunduk ke sajadah. Namun bisa jadi pandangan mata orang melirik ke mukena yang ada di depannya. Bukan tak mungkin jika orang yang ada di depan kita memakai mukena bergambar bunga-bunga dan kupu-kupu, dalam hati kita akan menghitung ada berapa kupu-kupu yang tertangkap pandangan mata kita? Ada bunga warna apa saja di gambar itu? Hahaha!

Bagi saya mukena putih itu bersih dan klasik, abadi sepanjang masa. Renda atau bordir sebagai pemanis hanyalah tambahannya. Seperti malam ini, saya tarawih memakai mukena khas buatan Bukittinggi. Mukena ini saya beli di Medan sekitar 15 tahun lalu saat bertugas ke sana. Mukena ini awet, saya simpan dan rawat sedemikian rupa sehingga masih tampak bagus.

Jumlah mukena saya batasi. Kalau misalnya saya membeli yang baru, mukena yang lama masin sangat layak pakai saya berikan ke orang lain. Atau dengan cara misalnya saat saya pulang kampung orang tua, saya bawa mukena yang akan saya berikan kepada sesiapa yang saya temui di perjalanan.

Teringat masa kecil dulu, saya memiliki mukena pertama kali buatan ibu saya untuk menyambut Ramadhan. Ibu menjahit mukena untuk saya dari bahan katun putih polos yang adem dan nyaman dipakai. Saya suka sekali memakainya. Karenanya saya menyukai mukena putih. Al-Fatihah untuk ibu saya, semoga amal jariyahnya menemani beliau di alam kuburnya. Aamiin allahumma aamiin.


29 Ramadhan 2021/11 Mei 2021

Senin, 10 Mei 2021

Kabar Duka di Penghujung Ramadhan




Saya baru saja melipat mukena seusai tarawih di masjid Babussalam, Rawamangun, ketika mendengar kabar gurunda Ustadz Tengku Zulkarnain meninggal dunia. Seperti tak percaya, saya cek kabar di media sosial dan berita. Ternyata benar kabar duka itu. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Pertama kali saya mengenal sosok Ustadz Tengku saat mengikuti kajian di masjid Alatief Pasaraya, Blok M sekitar enam tahun silam. Pertama kali itu pun saya suka cara beliau memberikan tausiah di majelis taklim. Jelas sekali beliau dalam menjelaskan temanya ditambah sifat humorisnya yang membuat suasana majelis tidak kaku.

Kajian demi kajian beliau saya ikuti beberapa kali kemudian, di masjid Sunda Kelapa, masjid Al-Huda, dan masjid-masjid lainnya. Selain itu, saya ikuti juga kajian beliau di youtube. Terakhir beliau memberikan tausiah paling dekat dengan tempat tinggal adalah saya setahun lalu, di masjid belakang rumah. Malam itu hujan deras, saya pulang sudah larut malam habis menunggui ibu yang dirawat di rumah sakit. Terdengar suara Ustadz Tengku sudah mulai berceramah. Karena sudah telat untuk datang, saya menyimak dari dalam kamar karena suaranya sangat jelas terdengar.

Kini, ulama yang hanya menyisakan takut kepada Allah itu berpulang ke pangkuan-Nya. Kami berduka dan merasa kehilangan. Setahun ini sudah berapa ulama dan ustadz yang berpulang mendahului kami? Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.

Selamat jalan gurunda…. Doa kami menyertai Anda. Semoga Allah merahmati.


29 Ramadhan 1442 H/11 Mei 2021

Minggu, 09 Mei 2021

Taman Tempat Hati Beristirahat

Ramadhan tinggal menghitung hari menuju akhir. Kita pantas bersedih hati karena perpisahan ini, sebab harus menanti sebelas bulan lagi untuk bertemu bulan suci.


Hati ini rasanya berat melepaskan. Namun waktu adalah milik Allah yang selalu berjalan maju. Selepas Ramadhan, bila hati sedih, nestapa dan gundah, kita bisa membawa hati ini ke taman indah untuk melepas lelah. Bagaimana taman tempat hati beristirahat?

1. Mendatangi Majelis Ilmu
Di majelis ilmu ada malaikat rahmat yang mengelilingi jamaah. Sejuk tenang rasanya. Hati gelisah bisa tenang karenanya.


2. Membaca Qur'an
Qur'an adalah pedoman dan cahaya hidup setiap muslim. Kitab suci ini diturunkan bukan untuk membuat hati susah, demikian isi ayat dalam surat Thaha. Membaca Qur'an, sekaligus tafsirnya dan asbabun nuzulnya membawa kita mengarungi keajaiban, sebab banyak hal yang bisa kita dapat di dalamnya.


3. Bersama Teman yang Saleh
Berteman dengan orang saleh sangat menguntungkan. Hal-hal duniawi meski tidak ditinggalkan, tetapi tidak jadi prioritas. Kita bisa mendapatkan hal baik darinya.


4. Shalat Malam
Di sepertiga malam Allah menunggu hamba-hamba yang bersujud dan bermunajat kepada-Nya. Insya Allah doa-doa dikabulkan. Mengadu kegundahan hati di ujung malam dalam suasana khusyuk, membuat hati lapang.


Tak ada salahnya kita coba, memberi tempat bagi hati kita yang lelah, pada taman indah.


27 Ramadhan 1442/9 Mei 2021

Foto: srisehry




Kamis, 06 Mei 2021

Ramadhan dan Al-Qur'an

 

                                                                         foto: istimewa


Ramadhan tak dapat dipisahkan dengan Al-Qur’an. Dalam satu kajian yang saya hadiri, Ustadz mengatakan bahwa Ramadhan menjadi mulia sebab di dalamnya turun Al-Qur’an atau Nuzulul Qur’an.

Al-Quran, muslim mana yang tidak mencintai dan tidak senang membacanya?

Allah meninggikan seseorang lewat Al-Quran, juga menistakan seseorang karena Al-Quran.

Dan kita bisa menimbang-nimbang sendiri, lebih banyak mana waktu kita bersama handphone dan kesibukan lainnya atau bersama Qur’an? Berapa lama target kita untuk sekali mengkhatamkannya? Mentadabburinya?

 

Saya sering dengar kisah teman, jika ada masalah ia membuka dan membaca dengan random ayatnya. Qadarullah ia menemukan solusi dari ayat yang dibacanya. Pastinya, karena Allah sudah menjamin lewat ayat 1 dan 2 di surat Thahaa : “Thahaa. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah.”

 

Sejarah mencatat proses yang panjang bagaimana kitab suci Al-Quran menjadi mushaf yang mudah kita baca sekarang ini. Pada masa Rasulullah, Beliau sendiri seorang hafidz pertama karena mendapatkan wahyu langsung lewat malaikat Jibril. Jibril mengajarkan, agar membaca wahyu Allah dengan tartil dan tidak tergesa-gesa. Sepeninggal Beliau, ayat-ayat suci Al-Quran sudah dihafalkan dengan sangat baik oleh para sahabat. Dan ada beberapa sahabat yang diangkat untuk menuliskan Al-Quran, diantaranya yaitu Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abi Sufyan, dan Ubai bin Ka’ab. Alat tulis yang digunakan saat itu sangat sederhana, berupa pelepah kurma (‘usub), likhaf (batu halus berwarna putih), riqa’ (kulit), aktaf (tulang unta), dan aqtab (bantalan kayu yang biasa dipasang di punggung unta).

Di masa Abu Bakar Ashshiddiq terjadi Perang Yamamah, dan 70 penghapal Quran yang juga prajurit, gugur. Kaum muslimin measa kehilangan. Kemudian Umar bin Khattab mengusulkan agar Al-Quran ditulis dalam sebuah mushaf untuk menjaga jika para hafidz Quran gugur lagi dalam perang, penghapalan Quran bisa terus dilanjutkan ke banyak orang.

Penghapal Quran terus bertambah dan berkembang sejak 14 abad lalu sampai hari ini. Al-Quran yang beredar sekarang adalah Al-Quran yang diturunkan kepada Rasulullah SAW. Al-Quran tetap terjaga keautentikannya dan dijamin langsung oleh Allah SWT.

Di Bumi Syam seperti Palestina banyak yang gugur akibat kekejaman Israel adalah penghapal AL-Quran. Namun di sana mati satu tumbuh seribu. Banyak yang gugur, namun generasi penerusnya juga banyak yang menghapal. Tak heran banyak anak-anak di sana yang masih belia sudah menghapal Quran. Dan tidak heran jika Israel yang kejam itu membabi buta membunuh anak-anak tak berdosa, karena juga ingin menghilangkan para penghapal Quran di sana. Naudzubillah.

So, sudah sampai mana bacaan kita hari ini? Atau karena sekarang hari Jumat, yuk membaca Surat Al-Kahfi.

Dari Abu Umamah Al-Bahili ra berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Bacalah Al-Quran karena ia akan datang member syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membacanya, mempelajarinya dan mengamalkannya) pada hari kiamat nanti." (Hadits Riwayat Muslim)

 ”Sesungguhya Al-Quran ini menunjukkan ke jalan yang paling lurus, dan memberikan kabar gembira orang orang beriman yang beramal shaleh bahwasanya bagi mereka pahala yang besar” (Q.S Al-Isra’ : 9)

 

Jumat, 25 Ramadhan 1442/7 Mei 2021

Selasa, 04 Mei 2021

Salam Hangat dari Negeri Habasyah

 

                                           foto: dok.suara islam

Ramadhan tahun ini masih dalam suasana pandemi. Meski banyak masjid menyelenggarakan shalat Tarawih berjamaah, disertai dengan prosedur kesehatan. Saya pribadi mengurangi shalat Tarawih di masjid, dan melakukannya di rumah. Semasa belum wabah, saya sering shalat dan itikaf di masjid Sunda Kelapa.

Satu ketika sebelum wabah saya saat shalat Zuhur di masjid tersebut, dilanjut dengan menyimak tausiah kajian Ba’da Zuhur. Ada perempuan berkulit gelap berjalan ke arah saya, mengambil Qur'an di rak, dan merapikan duduknya.

Senyumnya saya balas senyum dengan pertanyaan, “Antum dari mana?”

Dia bilang, dia aslinya dari Ethiopia dan sudah beberapa tahun tinggal di Jakarta. Sebelum menyebut Ethiopia, dia menyebutkan nama Bilal bin Rabbah, salah satu sahabat Rasulullah yang dijamin Allah masuk surga. Bilal berasal dari Habasyah, atau Ethiopia sekarang.

 

"Ya, Bilal bin Rabbah muadzin?" Perempuan itu mengangguk senang.

Kami bicara dengan bahasa campur-campur karena saya takak bisa bahasa Arab, dan dia hanya sedikit tahu kosa kata bahasa Indonesia.

Ketika saya tunjukkan ke dia tokoh Bilal di film lewat layar HP saya, dia senang dan berseru, "kulit sama... Sama..." Dia menunjukkan kulit tangannya. Kami tertawa.

Lalu, saya bertanya lagi, "Najasyi from Habasyah?"

Perempuan ini makin senang campur kaget. dia mengangkat kedua tangannya sambil berseru, "Masya Allah... Masya Allah... Muslim Indonesia tahu Najasyi?" Saya mengangguk, juga campur terharu.

Siapa yang tidak terharu mendengar kisah Raja Najasyi dari Habasyah? Sejarawan Martin Lings dalam bukunya yang sangat terkenal Muhammad menyebutnya Raja Negus. Allah SWT mengabadikan peristiwa Raja Najasyi mendapat hidayah, di surat Al-Maidah ayat 82-83.

Di jaman Rasulullah dulu, saat kaum muslimin tertindas dan tertekan oleh musyrikin Quraisy, sebagian mengungsi ke negeri Habasyah (atau sekarang wilayah Ethiopia). Rasulullah menganjurkan itu karena beliau mendengar kabar, raja di sana terkenal adil, jujur dan bijaksana. Raja tersebut pasti akan melindungi kaum yang meminta perlindungan atau suaka.

Sayangnya ada sebagian orang Quraisy yang tidak suka kalau umat muslim mendapatkan kebaikan hati dari raja Habasyah. Diutuslah utusan ke Raja Najasyi agar sang raja mengusir kembali kaum muslim kembali ke Mekkah.

Raja Najasyi tidak percaya begitu saja laporan orang Quraisy yang licik itu. Dia tak mau termakan isu. Dipanggilnya wakil dari kaum muslimin untuk menghadapnya. Ja'far bin Abi Thalib pun datang menemui Raja Najasyi. Sang Raja menanyai tentang agama baru yang dibawa Rasulullah, sampai membuat marah masyarakat Quraish. Dengan cerdas Ja'far pun menjelaskan, bahwa Rasulullah mengajarkan hanya menyembah Allah, dan mengakui Muhammad adalah utusan Allah.

Kemudian Raja Najasyi yang penganut Nasrani ini meminta Ja'far bin Abi Thalib membacakan ayat-ayat Al-Qur'an. Ja'far pun membacakan Surat Maryam yang saat itu belum lama turun kepada Nabi Muhammad.

Di luar dugaan, Raja Najasyi tertegun dan meneteskan air mata. Dia membenarkan ayat-ayat Surat Maryam yang berkisah tentang kerasulan Nabi Isa alaihissalam. Isinya tidak berbeda dengan kitab yang dimilikinya. Kemudian Raja Najasyi mengucapkan dua kalimat syahadat, menyatakan diri masuk agama Islam yang dibawa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

Di kemudian hari ketika Raja Najasyi wafat dan Rasulullah belum sempat bertemu, Rasulullah mendirikan shalat ghaib sebagai penghormatan atas kebaikan dan kesolehan Raja Najasyi dari Habasyah. Disebutkan juga dalam beberapa riwayat, Raja Najasyi termasuk salah satu sahabat Rasulullah.

Islam rahmatan Lil al'alamiin. Bukan saja dirasakan Najasyi. Perempuan asal "Habasyah" di sebelah saya ini juga merasakan hal yang sama. Katanya, berada di tengah-tengah Muslim Indonesia dia serasa memiliki saudara. Kendala bahasa yang ada, tidak menjadi halangan. Dia tidak takut, karena dia hanya bergantung kepada Allah. Rejeki juga dia sebut Ar-Razak sudah disediakan bagi hamba-hamba-Nya.

Saya bergetar merasakan rahmatan Lil al'alamiin.... Insya Allah lain hari bertemu lagi dengan Naima, nama perempuan itu.


23 Ramadhan 1442

Senin, 03 Mei 2021

Baju Koko Oom Nick


                                           foto: dok.Srisehry/sri haryati

Tak terasa bulan suci akan berakhir dalam hitungan hari. Banyak yang bersediih akan berpisah dengan bulan yang penuh rahmat ini. Tak sedikit muslim yang baru beberapa tahun merasakan nikmatnya berpuasa dan taraweh, lantaran hidayah baru didapatnya dalam usia yang sudah berangkat tua.

 Sebut saja Oom Nick. Laki-laki berusia lebih dari setengah abad itu sudah dua tahun ini berbaju koko rapi mendatangi masjid untuk shalat berjamaah. Di luar itu, dalam keseharian Oom Nick juga teratur pergi ke masjid, memenuhi panggilan Allah saat azan berkumandang untuk shalat fardhu. Hidayah yang datang kepadanya menuntunnya untuk ikhlas taat pada keimanan yang dianutnya sekarang.

 Masa-masa silam saat anak-anaknya masih kecil dan Oom Nick berbeda keyakinan dengan mereka, ia rajin menjemput buah hatinya bila selesai mengaji di mushola. Jika hujan, dengan sabar ia menjemput dan menunggu anaknya pulang mengaji, berdiri di depan pintu mushola dengan membawa payung. Pandangannya teduh ke dalam mushola yang penuh suara anak-anak saat membaca juz’ama bersamaan. Raut mukanya terlihat senang saat kedua anaknya menghampirinya untuk pulang bersama-sama.

 “Saya sering shalat bersebelahan dengan Bapak Mbak waktu baliau masih ada. Saya kehilangan teman sesama masjid,” ujarnya kepada saya seraya mengenang bapak saya. Oom Nick selalu ramah dengan siapa pun, juga saat berpapasan dengan saya. Pembawaan dia supel, selalu menegur sapa dengan siapa pun yang sudah dikenalnya. Sebelum berpindah keyakinan dia sudah ramah, sekarang pun ramahnya tidak berkurang. Pakaiannya berbaju koko setiap shalat di masjid, ditambah kopiah menambah rapi saat akan bersujud di hadapan-Nya. Salut saya kepada oom Nick dengan pakaian takwanya. Sayangnya, masih banyak muslim yang ketika shalat pakaiannya tidak rapi dan terkesan asal pakai.

 Semoga tetap istiqomah, ya Oom Nick! Insya Allah Ramadhan tahun depan dan selanjutnya bisa menghimpun pahala kebaikan dari ibadah yang dijalani dengan ikhlas.

Minggu, 02 Mei 2021

Ramadhan, Pendaftaran untuk Akhirat




Saat-saat berinvestasi akhirat tinggal sepertiga waktu lagi. Ibarat kata, pendaftaran untuk akhirat masih ada waktu di sepuluh malam terakhir ini. Pastikan saat istimewa seperti ini tak terlewatkan.


Bukankah setiap datang Ramadhan, Rasulullah selalu mengulang-ulang haditsnya : "Telah datang Ramadhan dan di dalamnya ada keberkahan." 

Kini dalam kurun waktu 10x24 jam Ramadhan ini akan berakhir. Sedihnya...

Masih ingat kan, istimewanya bulan ini?

☪ Dibukanya pintu-pintu surga. Di bulan Ramadhan adalah sarana mendapatkan surga kelak. Tidak ada satu pun pintu surga yang tertutup.
☪ Dicukupkan rejeki oleh Allah. Contoh, makan sedikit saja saat berbuka sudah kenyang.
☪ Ditutup pintu neraka dan tidak ada satu pun yang terbuka. Dalam arti, jika kita menjalankan ibadah Ramadhan dengan ikhlas Lillahi Ta'ala, Allah akan menjauhkan kita dari neraka. Ahli surga pastinya tidak akan melakukan perbuatan dosa (maksiat).
Puasa di dunia ibarat pendaftaran untuk mencapai surga-Nya kelak. Bagaimana kita akan ikut ujian bila kita tidak mendaftarkan diri dulu? Ibadah di dunia adalah sarana untuk itu.
☪ Ramadhan adalah sarana memperdalam ilmu agama sebagai benteng keimanan.
☪ Puasa adalah perisai diri dari api neraka, sebagaimana perisai besi yang dipakai di medan perang.

Jika di bulan suci penuh berkah ini masih ada saja perilaku yang tak sejalan dengan tuntunan agama, periksalah untuk siapa dan demi apa kita berpuasa? Ini teguran buat saya, sih...

Semoga ibadah kita di bulan Ramadhan ini meski ada wabah dan dibatasi lockdown, tetap kokoh enggak goyah sampai akhir.

Aamiin ya mujibassailin 🤲🏼

Senin, 3 Mei 2021
21 Ramadhan 1442

#30nulistemaRamadhan





Kamis, 29 April 2021

Mesut Özil dan Ramadhan-nya

                                            foto: dok.FB Mesut Ozil

Siapa tak kenal pemain sepakbola yang pernah bermain di klub beken Arsenal yang juga merupakan pemain andalan kesebelasan Jerman ini? Ya, Mesut Ozil, pesebakbola berkebangsaan Jerman keturunan Turki kelahiran Geselkirchen 15 Oktober 1988. Kecintaannya kepada sepak bola juga diimbangi dengan kehidupannya yang taat sebagai seorang muslim.

Karenanya tak mengherankan bila dia sering berdonasi kepada saudara-saudara sesama muslim di seluruh dunia. Di Bulan Ramadhan tak segan ia bersedekah begitu banyak demi membantu sesama. Di Ramadhan tahun 2021 ini Ozil menyumbang 101.000 Euro (sekitar 1.7 miliar rupiah) yang diserahkan kepada Bulan Sabit Merah Turki (Red Crescent Society). Kemudian oleh lembaga Bulan Sabit Merah, donasi Mesut Ozil itu akan dibagikan kepada beberapa negara muslim lainnya, termasuk Indonesia salah satunya. Wah, alhamdulillah!

Jadi sumbangan tersebut dibagikan berupa 2.800 paket bantuan makanan kepada warga Turki yang membutuhkan, 1000 paker makanan ke Indonesia, 750 paket untuk Muslim Rohingya yang berada di kamp pengungsian di Bangladesh. Selain itu sumbangan tersebut juga dibagikan untuk berbuka puasa anak-anak yatim di Idlib Suriah, dan di Mogadishu (ibu kota Somalia) selama Ramadhan ini.

Kedermawanan Ozil diakui oleh presiden Bulan Sabit Merah Turki, Dr. Kerem Kinik bahwa Ozil selama bertahun-tahun menyumbang dan membuat ribuan anak di banyak negara tersenyum senang. Ketika tahun lalu dunia dilanda wabah Covid-19, Ozil tak sayang-sayang mengeluarkan uang 80.000 Poundsterling (sekitar 1,4 miliar rupiah) untuk disumbangkan kepada umat Islam yang terkena Covid-19.

Sebagai umat Islam, Mesut Ozil bangga dirinya sebagai muslim. Pernah ia mengunggah foto dengan kalimat, "I was a Muslim. I'm a Muslim. I'll be a Muslim. I'll die insyaallah as a Muslim and I'm proud of being a Muslim."


Di akun FB-nya pesepakbola yang mengantar tim Jerman menjadi juara dunia tahun 2014 ini mengucapkan selamat Ramadhan, "Ramadhan adalah bulan berkah, bulan ampunan, bulan rahmat dan kebebasan. Di bulan suci ini, perbanyak doa dan perbanyaklah berbuat baik - selamat Ramadhan untuk kalian semua."


Perbuatan baik akan mendatangkan kebaikan, begitulah sunatullah. Kiprah sosial Ozil yang membantu banyak orang pastinya juga banyak yang mendoakan kebaikan untuknya. Kita pun tak segan mendoakannya dan menirunya, bukan?


Jum'at, 18 Ramadhan 1442 (30 April 2021)

#30nulistemaRamadhan

Umar bin Khattab dan Pembesar Jahat




Masih ingat kan, tahun 2012 dulu film serial kisah tentang Khalifah Umar bin Khattab ikut menghiasi layar kaca dan ditonton banyak orang saat makan sahur. Bukan cuma di Indonesia, masyarakat muslim di banyak negara. Dan sekarang serial ini setiap Ramadhan kembali diputar di salah satu stasiun TV di saat sahur. Sejak Umar muda sampai nantinya tua dan meninggal. Saya masih menyaksikan film ini sambil makan sahur. Terus terang, Khalifah yang satu ini merupakan tokoh idola saya setelah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.


Umar bin Khattab manusia pilihan Allah yang ditakdirkan menjadi sahabat Rasulullah, meski sebelumnya dia sangat memusuhi Nabi dan membenci risalah Islam. Alhamdulillah Allah memberinya hidayah. Khalifah Umar dikenal sangat tegas menegakkan hukum dan sebagai pemimpin negara, namun sangat lembut terhadap orang yang lemah. 


Allah menurunkan keterangan tentang Umar ini di surat Al-An’am ayat 123 : “Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Namun mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya.”


Asbabun nuzul ayat tersebut menyatakan, Ibnu Abbas ra menuturkan, bahwa ayat ini diturunkan sehubungan dengan Umar bin Khattab ra dan Abu Jahal. Rasulullah SAW pernah berdoa, “Ya Allah, kuatkanlah agama Islam ini dengan masuknya Umar bin Khattab dan Ammar bin Hisyam (Abu Jahal).” Allah mengabulkan doa ini, dengan masuk Islamnya Umar bin Khattab ra. (HR Abu Syaikh)


Alhamdulillah Umar bin Khattab menjadi pembesar atau pemimpin yang justru memajukan Islam, jauh dari sikap jahat. Dia melindungi orang miskin dan tegas kepada pejabatnya yang ingin mementingkan diri sendiri. Dia menggotong sendiri gandum untuk orang miskin yang kelaparan, menguatkan zakat, dan di masanya Islam menyebar.


Hikmah dari ayat ini adalah di antara sunnah Allah adalah pertarungan yang akan terus berlangsung antara kebenaran dan kebathilan serta antara keimanan dan kekufuran.


Subhanallah…

Semoga Allah melindungi kita. Aamiin ya Mujibassailin.


17 Ramadhan 1442.


.

Minggu, 25 April 2021

Hari Buku Sedunia dan Peradaban Literasi Islam

 

Tanggal 23 April diperingati sebagai Hari Buku Sedunia yang diprakarsai Unesco untuk menggalakkan kegiatan membaca buku, penerbitan, dan hak cipta. Selain itu pilihan tanggal 23 April juga mengambil hari wafatnya sastrawan legendaris, William Shakespeare.

Mengutip hasil penelitian terakhir Unesco sampai tahun 2020, minat baca orang Indonesia peringkat kedua dari bawah di seluruh dunia. Dengan kata lain peringkat ke-60 dari 61 negara pada level literasi membaca, atau 0,001%. Itu artinya cuma ada 1 orang yang suka membaca di antara 1000 orang.

Terlepas dari itu marilah kita tengok jauh ke belakang sebelum masa Shakespeare hidup. Di bulan Ramadhan yang mulia ini umat Islam diperintahkan memperbanyak membaca dan mempelajari Al-Qur’an karena di bulan inilah ada Nuzulul Qur’an. Islam mengajarkan umatnya untuk belajar dan membaca, seperti kata dalam wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah: Iqro! Bacalah! Di dalam Al-Qur’an banyak terkandung tentang sains dan teknologi yang kebenarannya banyak diakui ilmuwan masa kini.

Rasulullah SAW membawakan dan mengajarkan ayat-ayat Al-Quran yang masih sangat relevan sampai hari ini. Lewat beliau peradaban Islam dan ilmu pengetahuan berkembang dan menjadi cahaya rahmatan lil alamin. Para pengganti Rasulullah atau Kulafaur Rasyidin pun memajukan ilmu pengetahuan, dengan disusunnya Al-Quran sebagai kitab, pemberantasan buta huruf hingga banyak lahir para penghafal Qur’an. Sebutlah nama Aisyah, istri Rasulullah yang dikenal sebagai ibu para mukminin yang banyak meriwayatkan hadits yang bertahan sampai sekarang.

Dalam perkembangannya peradaban Islam melahirkan banyak ilmuwan dan cendekiawan. Sekitar tahun 1000 Al-Zahrawi sudah mempublikasikan jurnal ensiklopedia setebal 1500 halaman tentang operasi bedah. Jurnal berilustrasi tersebut digunakan di Eropa di masa 500 tahun berikutnya. Tak terbilang para ilmuwan muslim yang karyanya mendunia dan sayangnya diakui sebagai milik Barat di kemudian hari.

Ilmu pengetahun didapat dengan membaca dan belajar. Sangat relevan seruan Rasulullah yang disampaikan 14 abad lalu untuk masa sekarang ini :

“Barangsiapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barangsiapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula.”

(Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

 

*artikel ini sudah dimuat di website gerbangjakarta.poskota.co.id tanggal 24 April 2021

#30nulistemaRamadhan

Rabu, 21 April 2021

Kebaikan Kurma

Kurma memang buah istimewa, dan identik dengan bulan puasa. Tapi kita di Indonesia meski tidak bulan puasa pun pedagang kurma di mana-mana dan di banyak kota juga banyak. Apa saja manfaat kurma?

                                            foto: freepik

 

1.    Kesukaan Nabi Muhammad SAW
Dalam satu buku tentang pengobatan ala Nabi disebutkan hadits sebagai berikut: Telah mengisahkan kepadaku Isma'il  bin Abdullah ia berkata; telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Sa'd dari bapaknya ia berkata, "Aku mendengar Abdullah bin Ja'far berkata, "Aku melihat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassalam makan kurma segar dengan qitsa' (sejenis mentimun)." (HR Bukhari)


2.    Membantu naiknya zat gula darah.
Kurma memang istimewa. Banyak yang menyediakan kurma di rumah tak hanya di bulan Ramadhan, karena bagus manfaatnya. Seorang yang mengalami hipoglikemia atau kekurangan zat gula darah cukup makan beberapa butir kurma, sebaiknya jumlahnya ganjil sesuai anjuran Rasulullah SAW. Kurma mengandung karbohidrat sederhana seperti gula/sukorsa dan fruktosa. Selain itu juga mengandung serat, protein, kalium, magnesium, zat besi, vitamin.

 

3.    Mengusir lapar seketika
Bila perut lapar dan terasa perih tapi tak ada makanan, makanlah paling tidak 3 butir kurma. Alhamdulillah perih di perut akan hilang, sebab kurma banyak mengandung karbohidrat.

 

4.    Melengkapi kesempurnaan berbuka
Ibnu Qayyim rahimahullah menyebutkan, kurma bisa menguatkan penglihatan dan mujarab jika digunakan untuk berbuka dan lainnya. Syaikh Muhammad bin Solih al ‘Utsaimin pernah mengatakan, berbuka puasa dengan kurma tidak wajib (tetapi sunah). Namun berbuka puasa dengan kurma lebih sempurna dan lebih utama karena kita mencontoh Rasulullah.


*tulisan ini dimuat di website gerbangjakarta.poskota.co.id tanggal 21 April 2021

Selasa, 20 April 2021

R.A. Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang dan Al-Baqarah ayat 257

 

Hari ke-9 bulan Ramadhan tahun 2021 ini bertepatan dengan hari lahir RA Kartini, yang juga diperingati sebagai Hari Kartini.



Tentang perjuangan Kartini yang membela hak-hak wanita di masa sebelum kemerdekaan, kita sudah tahu ya dari masa SD dulu. Kata-kata yang senantiasa ia tulis dalam surat-suratnya yang dia sampaikan kepada sahabatnya di Belanda, habis gelap terbitlah terang, begitu melegenda. Kalimat yang dalam Bahasa Belanda 'door duisternis tot licht' tak terlupakan hingga sekarang.

Dari berbagai sumber disebutkan, Kartini tadinya dilanda gelisah. Al-Quran sebagai kitab suci agamanya tidak dia ketahui artinya. Masa itu pemerintah Belanda melarang menerjemahkan Al-Qur’an. Para ulama juga belum ada yang menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia, apalagi Bahasa Jawa.

Kegelisahan Kartini dia ungkapkan lewat surat-surat yang dia kirim kepada sahabatnya di Belanda, Stella Zihandelaar. Sejarah menulis, tanggal 6 November 1899 R.A. Kartini mengungkapkan, bagaimana ia bisa mencintai agamanya jika tak boleh memahami isi kitab sucinya?

Allah Maha Mengetahui isi hati hamba-Nya. Suatu hari pengajian bulanan yang dilakukan di rumah bupati Demak dihadiri K.H. Saleh Darat. Beliau mengajarkan tafsir Al-Quran di kota-kota di utara Jawa, termasuk Demak. Bupati Demak saat itu Pangeran Ario Hadiningrat adalah paman Kartini. Di pengajian tersebut Kyai Saleh Darat menjelaskan tafsir surat Al-Fatihah. R.A. Kartini tekesima dan tertarik dengan penjelasan Kyai Darat.

Sehabis pengajian Kartini meminta kepada Kyai Darat agar menerjemahkan surat Al-Fatihah ke dalam Bahasa Jawa agar dapat dimengerti orang banyak. Kyai Darat menerjemahkannya dalam huruf Arab pegon agar Belanda tidak curiga.

Kartini juga mengeluhkan kepada Kyai, sayang sekali isi Al-Quran yang begitu indah tidak bisa dipahami maknanya karena tidak diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia karena Belanda melarangnya. Kartini wanita yang cerdas, dia tahu bagaimana mungkin orang Islam bisa beramal tanpa ilmu bila tidak tahu isi kandungan Al-Quran?

Kyai Darat tergugah hatinya. Beliau berusaha menerjemahkan Al-Quran dalam Bahasa Jawa aksara Pegon. Aksara Pegon adalah diturunkan langsung dari abjad Arab, yang diyakini masih bersaudara dengan abjad Persia yang juga sama-sama diturunkan dari abjad Jawa. Kerja keras Kyai Darat membuahkan hasil: terbitlah Kitab Tafsir Al-Quran Faidhur Rahman. Kitab tafsir tersebut dihadiahkan Kyai Saleh Darat sebagai hadiah pernikahan R.A. Kartini dengan R.M. Joyodiningrat, bupati Rembang.

R.A. Kartini begitu gembira. Sejak membaca kitab terjemahan karya Kyai Saleh Darat tersebut, Kartini mulai memahami agamanya dengan baik. Bahkan dia mulai meninggalkan pemahaman liberal yang didapatnya dari Belanda. Ketika memahami makna surat Al-Baqarah ayat 257, Kartini mendapat inpirasi gemilang. Kalimat dalam ayat tersebut yang berbunyi 

“Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)…”

Kartini tersentuh oleh ayat itu, dan dijadikannya kalimat yang ia selalu bawa, “Habis gelap terbitlah terang.”

Selamat Hari Kartini, semoga kita selalu terinspirasi olehnya untuk mencari kebenaran dari Al-Quran.


*disarikan dari berbagai sumber
#30nulistemaRamadhan


Rawamangun, 21 April 2021
9 Ramadhan 1442 H

Sabtu, 17 April 2021

Ramadhan-nya Abdullah bin Mas’ud

 

Saat jam makan sahur tadi pagi film kolosal ‘Umar bin Khattab di TV ditampilkan sahabat Rasulullah yang pemberani, Abdullah bin Mas’ud. Dia tak takut menunjukkan keislamannya di depan petinggi Quraish. Satu ketika di dekat Ka’bah, Abdullah bin Mas’ud dengan lantang dan merdu (dia memang dikenal ahli baca Qur’an terbaik) membacakan ayat-ayat surat Ar-Rahman. Suaranya yang bagus membuat banyak orang terkesima. Namun petinggi Quraisy yang tak suka ajaran Rasulullah, memukul dan menghina Abdullah bin Mas’ud sampai luka-luka. Namun ia tak jera. Begitulah sahabat yang begitu cintanya kepada Al-Qur’an yang diajarkan oleh Rasulullah.

 


Abdullah bin Mas’ud suatu kali ditanya oleh seseorang, bagaimanakah para sahabat dahulu dalam menyikapi Ramadhan? “Tidak seorang pun dari kami berani memasuki Ramadhan dengan masih menyimpan sebiji dzarrah rasa dengki terhadap sesama muslim.”

Bagi para sahabat, memastikan tak ada dengki dan hasad menjelang Ramadhan adalah pengantar untuk memasuki bulan yang mulia ini. Itulah salah satu cara penggugur keangkuhan. Hati dipersiapkan dengan sebaik mungkin karena berhubungan dengan interaksi sesama, meski tak terkait langsung dengan ibadah Ramadhan. Dengki dan hasad adalah sifat manusia yang mempengaruhi urusan muamalah dengan sesama, namun Abdullah bin Mas’ud dan para sahabat lainnya menjadikannya sebagai pembersih jiwa sebelum Ramadhan.Apalagi akhlak kepada Allah, lebih diprioritaskan lagi.

Begitulah Abdullah bin Mas’ud dan sahabat lainnya memantaskan diri menerima Ramadhan, bulan suci yang selalu ditunggu-tunggu sepanjang masa.

Tentang Abdullah bin Mas’ud, beliau salah satu sahabat Rasulullah yang mampu meniru sifat-sifat yang dicontohkan oleh beliau. Abdullah bin Mas’ud tinggal bersama Rasulullah dan mendampingi Rasulullah kemana pun beliau pergi. Karenanya Abdullah bin Mas’ud memiliki akhlak tinggi, terpelajar, dan sifat teladan lainnya. Dia juga menguasai ilmu Al-Qur’an.

Rasulullah berkata dalam salah satu haditsnya, “Pelajarilah Al-Qur’an dari empat orang ini, yaitu Abdullah bin Mas’ud, Salim Maula Abi Huzaifah, Ubay bin Ka’ab, dan Muadz bin Jabal.”

Baik juga kalau kita mengikuti jejak budi pekerti Abdullah bin Mas’ud, ya!


Rawamangun, Ahad, 18 April 2021

ket foto : dok. geocities

Jumat, 16 April 2021

Wanita yang diperbolehkan tidak berpuasa

Allah mengistimewakan wanita dengan syariat-Nya. Termasuk salah satunya dalam urusan berpuasa, utamanya puasa Ramadhan. Ada beberapa kondisi, di mana wanita boleh tidak puasa. Malah dalam kondisi tertentu tidak boleh berpuasa.



1.      Wanita Lanjut Usia
Bagi yang berusia lanjut dan tidak kuat menjalankan ibadah puasa, maka ia boleh berbuka atau tidak berpuasa. Namun ia harus mengganti sejumlah hari yang ditinggalkannya itu dengan memberi makan kepada fakir miskin.

Hal ini disebut oleh Rasulullah SAW: “Orang tua yang sudah lanjut usia diberikan keringanan untuk tidak berpuasa. Akan tetapi ia wajib memberi makan setiap harinya kepada fakir miskin dan ia tidak perlu meng-qadha’ puasa yang ditinggalkannya. (HR Daruquthni dishahihkan oleh Al-Hakim.

 

2.       Wanita Hamil dan Menyusui
Sebagian ulama berpendapat bahwa wanita hamil dan yang sedang menyusui bayi diperbolehkan tidak berpuasa bila tak mampu menjalankannya. Tetapi ia harus menggantinya di hari lain atau memberi makan kepada fakir miskin, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memaafkan setengah nilai shalat dari para musafir serta memberikan kemurahan bagi wanita hamil dan menyusui. Demi Allah, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam telah mengatakan keduanya, salah satu atau keduanya.” (HR Nasa’i dan Tirmidzi)

 

3.       Para Wanita Musafir
Jika ada muslimah melakukan perjalanan yang tidak terlalu jauh, tetapi mencapai mencapai 84 mil jaraknya, diberikan kepadanya keringanan untuk berbuka. Sebagian ulama mengatakan, diperbolehkan berbuka sejak permulaan hari perjalanannya. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 184: “Barangsiapa di antara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan, lalu berbuka, maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.”

 

4.      4. Wanita yang haid atau nifas
Wanita yang sedang haid atau masa nifas tidak diperbolehkan berpuasa, dan wajib mengganti puasanya di hari lain sejumlah banyaknya hari saat tidak berpuasa. Dari Aisyah Radhiallahu ‘anha, “Dahulu kami mengalami haid di masa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam masih hidup, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat.” (HR Muslim)


Semoga Allah menerima ibadah puasa kita. Aamiin ya robbal ‘alamiin.

(Hari ke-5 puasa Ramadhan 2021)


*disarikan dari Kitab Fiqih Wanita, Syaikh Kamil Muhammad ‘Uwaidah

Kamis, 15 April 2021

Tetap Sehat Saat Puasa

 


Sedang berpuasa lantas kita terlihat loyo. Wah, jangan dong ya… Supaya tetap fit dan semangat selama puasa, kita perhatikan hal-hal berikut ini, ya…

Makan Tidak Langsung Banyak
Sekitar 14 jam berpuasa perut kita kosong. Saat berbuka kita tidak langsung makan banyak. Kasihan kan,  pencernaan makanan yang tadinya rileks tiba-tiba harus kerja keras mengolah makanan yang banyak. Perut kita bisa sebah dan tidak nyaman. Utamakan berbuka dengan makanan berserat seperti sayur dan buah, agar proses BAB (Buang Air Besar) lancar.


Berbuka Dengan Kurma
Kurma mengandung zat besi, mineral, dan kalium yang membuat tubuh kita tidak lemas saat berpuasa. Kalium ini juga punya tugas mengirim oksigen ke otak dan membantu cairan di tubuh kita seimbang. Selain saat berbuka, kita bisa menyantapnya saat sahur.


Kesehatan Mulut
Saat berpuasa bisa saja mulut kita bau. Sehabis sahur setelah menggosok gigi bisa juga kita berkumur-kumur dengan obat kumur. Hindari juga jenis makanan yang bisa mengundang bau tak sedap.


Jangan Sampai Kekurangan Cairan
Saatnya berbuka sampai sahur usahakan minum air sesuai kebutuhan kita. Jangan sampai kekurangan, agar tubuh kita tidak lemas karena kekurangan cairan. Hindari juga sekali minum dalam jumlah yang banyak. Setidaknya mengatur agar air minum yang masuk jumlahnya sesuai dengan kebutuhan (30 ml dikalikan berat badan).


Salat menyehatkan
Perbanyak salat sunah. Gerakan salat tarawih kita melakukan gerakan berdiri, ruku’, sujud, duduk, dan berdiri lagi. Gerakan-gerakannya membuat badan kita bergerak, dan itulah yang membuat badan kita tetap sehat sepanjang hari-hari puasa. Di masa pandemi seperti sekarang kita bisa lakukan salat di rumah.

·             Bersepeda santai
        Salah satu kegiatan fisik yang membuat sehat dan menyenangkan                                 adalah bersepeda. Kita bisa melakukannya sore hari dengan santai saja di                 sekitar lingkungan perumahan kita. Seru, kan?


"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan."
(HR Muslim dan Ibnu Majah)

 *tema tulisan saya ini pernah dimuat di halaman Anak Kompas Minggu, dan saya edit lagi untuk blog saya ini.

Rabu, 14 April 2021

Memohon ampunan, kalau bukan sekarang kapan lagi?

Ramadhan adalah bulan ampunan, segala dosa diampuni tentunya dengan syarat dan ketentuan  yang berlaku. Sepanjang kita menjalankan perintah-Nya, beribadah penuh keimanan dan ridho, dan memohon sepenuhnya hanya kepada Allah.





Allah bersifat ghafur, hanya Dia yang mempunyai hak untuk memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya. Sifat tersebut juga berulang kali tercantum dalam Al-Qur’an. Allah menyeru semua umat manusia untuk bergegas kepada ampunan-Nya, di tengah-tengah kehidupan manusia yang bangga berbuat dosa, berbohong, berkhianat, tidak jujur, dan perbuatan maksiat lainnya.

Kenapa kita harus segera bergegas memohon ampun kepada Allah?

Pertama, karena kita tidak tahu kapan kematian akan datang menghampiri kita. Kematian adalah rahasia Allah, sedangkan memohon ampunan selalu terbuka selama kita masih hidup. Kata Ali bin Abi Thalib, kematian itu dekat. Bisa datang kapan saja meski tanpa didahuli sakit atau penyebab lain.

Kedua, pintu taubat tidak selamanya dibuka. Ada saat-saat Allah menutup pintu taubat, ketika ajal telah tiba. Rasulullah bersabda, “Bertaubatlah sebelum nyawa sampai kerongkongan.

Ketiga, sekarang ini Allah menyerukan hamba-hamba-Nya untuk segera bertaubat. Allah bukan sedang menunggu taubat hamba-Nya, melainkan sedang menjemput agar segera memohonkan ampunan-Nya. Masya Allah…

Keempat, kita bisa terlena karena mendapat nikmat hidup sehingga lupa untuk segera memohon ampun kepada Allah Subhana Wa Ta’ala. Nasihat Ali bin Abi Thalib, “Hai orang yang selalu sibuk dengan urusan dunianya, sudah memperdaya dirinya, panjang pula angan-angannya. Masih saja orang itu lalai sampai dekat kepada saat kematiannya.

Seruan Allah dalam surat At-Tahrim:8:

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".




Allah masih membuka pintu taubat dan ampunan lebar-lebar. Bukan maksud menakut-nakuti, kalau bukan sekarang kapan lagi?

 

#Tulisan3
#30tulisanRamadhan





Senin, 12 April 2021

Shaum, Shoimin, dan Shoimah

 

Alhamdulillah kita sudah memasuki bulan suci Ramadhan, bulan yang selalu dirindukan dibandingkan 11 bulan lainnya.

Puasa dalam bahasa Indonesia terjemahan dari shaum atau shiyam. Umat muslim yang menjalankan puasa disebut shoimin (laki-laki), dan shoimah (perempuan).

Orang-orang yang berpuasa (shoimin dan shoimah) menjalankan ibadah puasa bagaikan kekasih yang dengan tulus ikhlas menahan segala godaan – lapar, haus, nafsu – karena keimanan kepada-Nya, Zat yang cintainya. Pada setiap rasa nyeri karena lapar dan haus kita ingat kepada Allah yang sedang kita dekati untuk mencari ridho-Nya. Karenanya perintah berpuasa hanya diperuntukkan bagi orang beriman.



Shaum dan shiyam memiliki arti “bersikap pasif” dalam artian mengekang diri. Selain mengekang diri tidak makan dan minum dalam kurun waktu tertentu, kita juga menahan diri secara emosi, menahan bicara.

Kunci menjalakankan puasa adalah ikhlas, tidak hitung-hitungan pada berapa pahala yang akan kita terima. Intinya, kita berharap ridho Allah. Puasa hanya untuk-Nya.

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam bersabda, “Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”

(HR Bukhari dan Muslim)

 

Rasulullah bersabda:
“Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabb-nya. (HR. Muslim)

 

Selamat bersenang-senang dalam ibadah bulan Ramadhan ini, ya shoimin dan shoimah! Semoga Allah meridhoi.

 

#tulisan1

#30tulisantemaRamadhan

Mimpi Indah di Akhir Ramadhan

  Perempuan itu merindukan mimpi yang pernah dialaminya lima belas tahun lebih yang lalu. Mimpi dini hari menjelang berakhirnya Ramadhan y...