foto: srisehry
Ramadhan,
“Jika kamu bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar maka menulislah“. (Imam Al-Ghazali)
foto: srisehry
Ramadhan,
Segitiga Bercanda (2)
Segitiga
Bercanda (1)
Tak
sadar kita mencandai waktu
Menit,
jam, pekan, tahun, hingga windu.
.
Assalamu’alaikum, ya Rasulullah,
Dalam keheningan di
‘rumahmu’,
Aku mendengar gemuruh shalawat untukmu
Dengan siraman air mata ketulusan
Aku seperti merasakan
kehadiranmu ‘di balik sana’
Menyapa dan bertanya dengan suara lembut,
“Apa kabarmu dari negeri nan jauh?”
Aku bergetar
berada dekat taman rumahmu, Raudhah
Aku bermunajat ingin meniru tauladanmu,
Kesabaranmu yang bagai seluas samudera
Ketulusanmu yang luar biasa
Dan kesantunanmu yang menggugah mata dunia.
Saat engkau menjadi bahan
lelucon,
Dalam secarik gambar komik yang mencemooh,
Tahukah engkau, wahai Rasulku?
Hatiku pedih, sedih tak terperi
Namun kuyakin,
Di alammu kau akan tetap tersenyum
Penuh kesabaran beriringan dengan ketabahan
Menerima semua per
Raudhah, 22 November 2007
*repost 13 Desember
2020
.
Kala kau dilanda sedih
Karena pintu surgamu t'lah pergi
Ingatlah Allah Yang Maha Pengasih
Tak akan meninggalkanmu tanpa henti
La tahzan, jangan berduka
Allah lebih dekat dari urat leher kita
Saat kita mendatangi-Nya seratus langkah
Dia menyambut kita seribu langkah
Apa yang kau inginkan belum tentu kita butuhkan
Allah Maha Tahu segala yang Dia berikan
Ridho-Nya yang kita harapkan
Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?
Cipinang, 13 Desember 2020
Perempuan itu merindukan mimpi yang pernah dialaminya lima belas tahun lebih yang lalu. Mimpi dini hari menjelang berakhirnya Ramadhan y...