Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 April 2021

Oase Ramadhan

 

                                            foto: srisehry

Ramadhan,

Engkau hadir di tengah kami yang sedang gundah karena wabah,
Engkau datang di bumi yang selalu dikumandangkan adzan, suara-suara tilawah,
Hingga rintihan hamba-hamba yang berdoa.

Ramadhan,
Engkau hadir di tengah-tengah para raja dan pemimpin dunia,
Hingga rakyat jelata.
Dan hanya Allah yang Maha Tahu siapa di antara mereka yang kepada-Mu bertaqwa.

Ramadhan,
Engkau datang menyejukkan hati-hati kami yang resah,
Ya resah karena wabah bisa mengenai siapa saja,
Tapi kami sangat yakin bersama-Mu semua akan baik-baik saja.
Bukankah tak ada masalah besar karena kami punya Engkau Yang Maha Besar.

Ramadhan hari ke-12

Minggu, 18 April 2021

Andai Aku Bukan Ramadhan




Andai aku bukan Ramadhan
Maukah kau mengisi hari-hariku dengan tilawah?
Mengosongkan penat
hingga kerongkongan menahan dahaga?


Andai aku bukanlah Ramadhan
Akankah kau rela bangun malam?
Bersujud,
bermunajat kepada Zat yang kau cinta?

Jika aku bukan Ramadhan
Aku tahu hari-harimu sepi, terasa kering
Entah apa yang kau kejar dari pagi hingga petang
Terlintaskah olehmu akhirat yang kan kau jelang?




Rawamangun, Senin 19 April 2021

#30nulistemaRamadhan

Minggu, 27 Desember 2020

Segitiga Bercanda (2) 

Aku bertanya kepadamu
Kau diam sambil menunggunya
Dia tanpa beban tetap menunggu yang lain


Terus saja mencandai waktu
Terbuang percuma hingga engkau lelah
Menua....




.

 

Segitiga Bercanda (1)

Aku menunggumu
Kau menunggunya
Dia yang kau tunggu menunggu yang lain

Tak sadar kita mencandai waktu
Menit, jam, pekan, tahun, hingga windu.



.

Kamis, 17 Desember 2020

Muhasabah

Wabah belum juga usai,
Angka-angka bergerak naik di layar dan di kepala,
Meluluhkan nyali,
Mengupas hati.


Innalillaahi wainnailaihi roji'un,
Yang wafat terus terjadi,
Yang sehat masih banyak kurang jaga diri,
Cukuplah kematian sebagai pelajaran.

Buat keluarga yang telah ditinggalkan anggotanya di saat wabah ini, semoga diberi kekuatan, keikhlasan, dan ketabahan.
Yang telah berpulang semoga tenang di sisi Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.


Aamiin ya rabbal aalamiin 

Jakarta, 7 September 2020

.


Rindu

foto : srisehry


Tak cuma sekadar ingin bertemu
Menumpahkan segala rasa
Atau menyingkirkan kegalauan semu
Rinduku kepada Bapak Ibu lebih dari itu


Rinduku kepada Bapak dan Ibu
Mengingatkan langkah-langkah kaki kita
Bersama-sama menyusuri Safa dan Marwa
Bergandengan tangan mengelilingi Ka'bah dalam thawaf nan indah
Berdesakan menuju Raudhah
Masya Allah tabarakallah

Rindu manis saat kita duduk menghadap Ka'bah
Menunggu waktu shalat
Dengan zikir dan doa yang kerap Bapak dan Ibu panjatkan

Ya Rabb,
Rindu kepada Bapak dan Ibu,
Adalah rinduku kepada-Mu
Sang pemilik takdir
Yang menggenggam jiwa-jiwa yang hidup dan yang mati
Sampaikan salam sayangku kepada Bapak Ibuku, yang berada di sisi-Mu....


Senin, 26 Oktober 2020

Selasa, 15 Desember 2020

Ibu, Ibu, Ibu...

 

Di sini tak kulihat lagi Ibu
Rinduku mengharu biru
Masa-masa yang indah itu
Bersembunyi lembut di hatiku

 

Hari ini tak kulihat lagi Ibu
Rinduku tak juga berlalu

 

Ibu,
Ibu,
Ibu,

 

Allah merahmati,
Doaku selalu untukmu.

 

Sabtu, 12 Desember 2020
Saat ku hampiri teras pagi ini, bunga peninggalan Ibu mekar indah.


.

 

Selamat dan salam untukmu, ya Rasul

 

Assalamu’alaikum, ya Rasulullah,

Aku datang menziarahimu
Sekian waktu tak terbilang
Kunantikan saat-saat mengunjungi makammu,
Wahai kekasih Allah….
 

Dalam keheningan di ‘rumahmu’,
Aku mendengar gemuruh shalawat untukmu
Dengan siraman air mata ketulusan

 

Aku seperti merasakan kehadiranmu ‘di balik sana’
Menyapa dan bertanya dengan suara lembut,
“Apa kabarmu dari negeri nan jauh?”
Aku bergetar 
berada dekat taman rumahmu, Raudhah
Aku bermunajat ingin meniru tauladanmu,
Kesabaranmu yang bagai seluas samudera
Ketulusanmu yang luar biasa
Dan kesantunanmu yang menggugah mata dunia.

Saat engkau menjadi bahan lelucon,
Dalam secarik gambar komik yang mencemooh,
Tahukah engkau, wahai Rasulku?
Hatiku pedih, sedih tak terperi

 

Namun kuyakin,
Di alammu kau akan tetap tersenyum
Penuh kesabaran beriringan dengan ketabahan
Menerima semua per



lakuan tak sopan 
Seperti hinaan dan
cacian yang dulu-dulu kau terima
Sarat dengan ejekan, fitnah, ditingkahi kata-kata kasar
Namun kau balas dengan uluran tangan keikhlasan
Sampai Allah memanggilmu ke haribaan-Nya.

 

Shalawat dan salam untukmu, wahai kekasih Allah...
Salam sejahtera untukmu, ya Habiballah….

 

Raudhah, 22 November 2007 

*repost 13 Desember 2020



.



Kala Kau Merasa Sedih

 

Kala kau dilanda sedih

Karena pintu surgamu  t'lah pergi

Ingatlah Allah Yang Maha Pengasih

Tak akan meninggalkanmu tanpa henti

 

La tahzan, jangan berduka

Allah lebih dekat dari urat leher kita

Saat kita mendatangi-Nya seratus langkah

Dia menyambut kita seribu langkah

 

Apa yang kau inginkan belum tentu kita butuhkan

Allah Maha Tahu segala yang Dia berikan

Ridho-Nya yang kita harapkan

Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?

 

Cipinang, 13 Desember 2020





Mimpi Indah di Akhir Ramadhan

  Perempuan itu merindukan mimpi yang pernah dialaminya lima belas tahun lebih yang lalu. Mimpi dini hari menjelang berakhirnya Ramadhan y...