Selasa, 15 Desember 2020

Selamat dan salam untukmu, ya Rasul

 

Assalamu’alaikum, ya Rasulullah,

Aku datang menziarahimu
Sekian waktu tak terbilang
Kunantikan saat-saat mengunjungi makammu,
Wahai kekasih Allah….
 

Dalam keheningan di ‘rumahmu’,
Aku mendengar gemuruh shalawat untukmu
Dengan siraman air mata ketulusan

 

Aku seperti merasakan kehadiranmu ‘di balik sana’
Menyapa dan bertanya dengan suara lembut,
“Apa kabarmu dari negeri nan jauh?”
Aku bergetar 
berada dekat taman rumahmu, Raudhah
Aku bermunajat ingin meniru tauladanmu,
Kesabaranmu yang bagai seluas samudera
Ketulusanmu yang luar biasa
Dan kesantunanmu yang menggugah mata dunia.

Saat engkau menjadi bahan lelucon,
Dalam secarik gambar komik yang mencemooh,
Tahukah engkau, wahai Rasulku?
Hatiku pedih, sedih tak terperi

 

Namun kuyakin,
Di alammu kau akan tetap tersenyum
Penuh kesabaran beriringan dengan ketabahan
Menerima semua per



lakuan tak sopan 
Seperti hinaan dan
cacian yang dulu-dulu kau terima
Sarat dengan ejekan, fitnah, ditingkahi kata-kata kasar
Namun kau balas dengan uluran tangan keikhlasan
Sampai Allah memanggilmu ke haribaan-Nya.

 

Shalawat dan salam untukmu, wahai kekasih Allah...
Salam sejahtera untukmu, ya Habiballah….

 

Raudhah, 22 November 2007 

*repost 13 Desember 2020



.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mimpi Indah di Akhir Ramadhan

  Perempuan itu merindukan mimpi yang pernah dialaminya lima belas tahun lebih yang lalu. Mimpi dini hari menjelang berakhirnya Ramadhan y...